Human Interest : Riset dan
komunikasi
Dalam pemotretan Human interest,
Riset dan komunikasi adalah dua hal yang akan sangat mendukung
keberhasilan kita dalam mendapatkan foto dengan jalinan cerita
yang kuat. Terlebih jika foto kita digunakan dalam pebmuatan
journal foto atau essay photo.
Riset
Sebuah riset
sebaiknya dilakukan sebelum kita melakukan perjalanan hunting.
Riset bisa dilakukan melalui media internet, buku maupun nara
sumber. Gunakan acuan What, Where, Who, Why dan How untuk
panduan dalam riset. Sebagai contoh kita akan memotret Ngaben di
Bali, maka kita bisa mempersiapkan riset tentang Ngaben itu
sendiri : Apakah Ngaben itu? Dimanakah Ngaben akan berlangsung?
Siapakah yang akan di Ngaben? Kenapa / latar belakang Ngaben?
Bagaimana jalannya acara ritual? dll pertanyaan.
Riset penting dilakukan karena
:
1. Kita akan lebih mengetahui
latar belakang subject
2. Kita akan lebih mengetahui
event atau lingkungan
3. Kita sudah terbayang target
foto yang akan didapat
4. Dalam
memotret kita merasa menjadi "bagian/empathy" dalam lingkungan/keadaan
karena kita sudah memahami kondisi lingkungan. Dengan demikian
diharapkan "roh" /karakter foto akan muncul.
5. Jalinan cerita foto yang
kita ambil akan lengkap dan berisi

Komunikasi :
Dalam
pemotretan Human Interest, komunikasi sangatlah menentukan akan
keberhasilan kita mendapatkan foto yang kuat. Komunikasi dibagi
dua hal yaitu bahasa lisan dan bahasa tubuh. Kadang dari
komunikasi yang sederhana akan membawa kita mendapatkan foto
yang makin berbobot, karena subject akan membawa kita ke hal-hal
baru yang tidak "terlihat"oleh kita. Misalkan kondisi dalam
rumah, keluarganya, orang tuanya, aktivitas pekerjaanya dll.
Keuntungan dari komunikasi
yang baik :
1. Mendapatkan banyak
Informasi
2. Subject menjadi tidak
canggung/asing
3. Suasana yang friendly
4. Tercipta ikatan/kesan yang
kuat antara foto dan kenangan/hati kita
Komunikasi Bahasa Lisan :
adalah sapaan, ngobrol / semacam interview, Canda, dll
Komunikasi Bahasa Tubuh :
Senyuman, membungkukan badan, jabat tangan dll.
Sedikit Tips :
Cobalah foto mereka dan tunjukan hasilnya di LCD kamera anda
maka suasana keakraban akan mudah terbentuk. Hindarkan muka
masam karena akan terkesan sombong dan membuat mereka sebagai
"subject yang tidak diorangkan", sehingga kehadiran anda akan
kurang diterima.

Just
a little smile and Click !
|