"Photography is my way to explore the mystery of light and its beauty". Tetap mengeksplore dan mencari jawab akan misteri dari cahaya dan keindahanya" adalah spirit saya dalam fotografi. Bagaimana cahaya dapat terekam dan mengabadikan realita hidup adalah hal yang sangat menarik bagi saya. Lewat kamera saya melihat, kesendirian, kesedihan, kemiskinan, tetap memiliki sisi kebahagiaan dan tetap layak diterima sebagai anugerah. Hidup dengan segala suka dan dukanya bukanlah sesuatu yang boleh ditampik atau diingkari. Memotretlah dengan MIND, HEART and PASSION maka foto kita akan lebih berarti...
 
 
 
 
 
Biography

AYAHKU GURU FOTOGRAFIKU

Menjadi seorang fotografer bukanlah sebuah perjalananan cita-cita yang sudah terencana dan menjadi keinginan sejak aku masih kecil. Tetapi begitu aku menyadari bahwa roh hidup dalam diriku begitu mencintai fotografi, muncul sebuah pertanyaan dalam hatiku kenapa dulu aku, semasa kecil,  tidak pernah bermimpi menjadi seorang fotografer ?.. Tetapi aku lebih suka menjawab jadi pilot, jadi dokter atau tukang insinyur!

Sejak kecil fotografi sebenarnya sudah masuk dalam masa kanak-kanakku, masih teringat mainan kamera yang ada slide film di dalamnya menjadi kegemaranku dan adikku. Juga kamera mainan yang bisa menyemprotkan air pun aku memilikinya. Ayahku memiliki kamera rangefinder seingatku, setiap acara piknik keluarga aku selalu jadi fotografernya, aku diajari ayahku bagaimana cara memfocus, meng-compose sampai exposing.  AYAHKU lah sebenarnya guru fotografiku yang Pertama!            

Ketika ke sebuah toko mainan anak, aku  merengek minta dibelikan satu set replica kamera plastic yang bisa diisi film dan bisa untuk memotret sungguhan, mungkin replica leica… hmmm kalau dipikir sekarang toys camera semacam lomo malah popular luar biasa. Saat itu aku gembira sekali dengan kamera plastikku, aku pasang filmnya dan adik ku menjadi model dengan beragam tingkah polahnya, mulai dari sport bermain badminton atao bergaya ala cowboy. Setelah film habis satu Roll aku minta ayahku untuk mencucidan cetak film di lab langganannya, kecewa setelah melihat hasilnya, ternyata soft dan over exposure semua. Aku bertanya sambil memandangnya “kok hasilnya tidak bagus kayak kameranya papi?”…..hahahaha… sekarang pemain lomo malah mungkin mencari keindahan karakteristik original yang seperti ini yah? Aku memendam rasa kecewa dan suatu saat aku menyadari bahwa ayahku tahu akan kekecewaanku.

Aku masih ingat! Saat ulang tahunku ke 9 aku menerima satu set kamera “sungguhan” sebuah FUJI MDL-10 !!!  Sebuah kamera plastic snapshot yang saat itu terbungkus dalam paket box plastic dengan interior beludru warna merah. Di dalamnya ada sebuah kamera dan saqtu roll film…. Inilah obat pemupus rasa kecewaku dengan toys camera saat itu. Aku masih ingat kemana-mana kamera itu aku bawa, untuk merekam kegiatanku, mulai dari pramuka hingga hiking. Bunyi khas pemutar filmnya “krek krek krek…” hingga sekarang masih sering bernyanyi ditelingaku dan kadang membuatku tersenyum saat membawa kamera canggihku yang sekarang. Terima kasih Ayah, mungkin saat itu aku terlupa untuk mengucapkanya karena begitu senang dan excitingnya…. Aku bahagia sekali dan aku masih ingat !!!

Setelah kameraku yang pertama dan memasuki masa remaja aku sudah tidak bersinggungan lagi dengan fotografi. Masa itu adalah masa remaja, sebuah masa yang lebih banyak untuk berkumpul dan pergi dengan teman-temanku. Masa dimana kebersamaan dengan teman lebih “ terasa” dibandingkan dengan keluarga… ya masa ROCK n ROLL, saatnya Guns n Roses.

Hingga pada tahun 2000 saat aku sudah bekerja dan memilik hobby traveling aku kembali terusik mengingat masa kecilku piknik bersama keluarga dan foto tidak penah lepas untuk mengabadikan kebersamaan dan kebahagiaan kami. Akhirnya aku ke sebuah toko kamera besar di Surabaya, namanya Sumber Bahagia, bertemu dangan penjualnya ku sampaikan rencanaku membeli camera poket dengan tele zoom yang panjang. Aku menunjuk camera Nikon coolpix dengan lensa yang besar, wah keren nih pikirku. Saat itu penjualnya ( koh An kalo tidak salah namanya) justru mengusik kekagumanku dengan Nikon coolpix … “ Wah kalo hobby fotografi kenapa nggak beli SLR saja nyo ? kok malah beli kamera pocket?”  Memori kenangangku kembali bermain kala itu dengan toys camera aku sudah bergaya kayak wartawan yang memotret adikku. AKU BUKAN MAU PIKNIK TAPI AKU INGIN JADI FOTOGRAFER! Nah akhirnya aku pulang membawa kamera film SLRku yang pertama, sebuah NIKON F60D. Sejak saat itu aku mulai kembali mencintai fotografi hingga sekarang.