JUNI 2008 TIPS

 Human Interest : Exposure Mode                                     

         
 

Dalam sebuah pemotretan, metering kamera adalah salah satu hal mendasar yang akan menciptakan sebuah foto akan baik secara teknis fotografi atau tidak.

Pada era terkini banyak sekali metode metering yang ditanamkan dalam sebuah kamera. Mulai dari Metering Mode ada : Matrix, Center Weighted dan spot, juga ada Exposure Mode : P, S, A, M.

Dalam fotografi human interest masing-masing feature ini memiliki peranan yang spesifik sesuai dengan kondisi di lapangan. Disini saya akan coba berbagi pengalaman dalam penggunaanya, agar memudahkan mencapai hasil yang diinginkan.

Pada Periode ini saya bahas Exposure Mode

 

EXPOSURE MODE : P ( PROGRAM )

Pemotretan dengan metode ini adalah otomatis kamera yang mengatur, baik diafragma maupun speednya. Terlebih pada kamera semacam Nikon terbaru sudah memiliki fitur auto iso sehingga makin canggih fitur autonya.

Dalam pemotretan Human interest hal ini sangat berguna pada kondisi pemotretan yang cenderung liputan maupun street. Dimana Situasi, subject, lighting berubah-ubah/bergerak. Sehingga kita lebih bisa fokus ke komposisi dan actionnya.

 

   

Dengan menggunakan exposure mode Program  sangatlah cocok untuk pemotretan street fotografi atau liputan sehingga kamera kita selalu siap bidik dan ekposure terjaga dengan baik

 

 

EXPOSURE MODE : S ( SPEED PRIORITY )

Dalam metode ini prioritas pengukuran adalah pada speednya dimana kamera yang menentukan diafragma untuk exposurenya .

Dengan kelebihannya maka pemotretan human interest yang lebih ke action/sport yang sangat dipengaruhi oleh gerakan/movement sangat mudah diabadikan.

Ada dua pendekatan, untuk Freeze object berarti menggunakan speed tinggi, atau sebaliknya untuk memberikan efek laju berarti menggunakan speed rendah. 

 

 

 

Dengan menggunakan exposure mode Aperture Priority membuat foto dengan efek gerak akan lebih mudah dan terkontrol

 

 

EXPOSURE MODE : A ( APERTURE PRIORITY )

Dalam metode ini prioritas pengukuran adalah pada Aperture/diafragma dimana kamera yang menentukan speed untuk exposurenya . Dimana dengan pengaturan diafragma maka kita bisa lebih mengontrol Deep of Field / ruamg tajam kemera kita

Dengan kelebihannya maka pemotretan human interest ada dua pendekatan :

Pertama : jika melakukan pemotretan dengan style Portrait tentu saja akan lebih mudah untuk prioritas Aperture dengan bukaan besar ( misalnya f/2,8 ) sehingga akan didapatkan blur yang akan mengisolasi dengan background

Kedua : jika melakukan pemotretan dengan style jurnalistik dimana lingkungan terekam dengan detil, tentu akan lebih mudah untuk prioritas diafragma dengan bukaan yang kecil ( misalnya f/16)

 

 

 

Dengan menggunakan exposure mode : Aperture maka kontrol terhadap DOF bisa lebih mudah. Dalam gambar ini prioritas adalah ketajaman diseluruh ruang, sehingga menggunakan mode A sangat memudahkan pemotretan.

.


Exposure Mode : M ( MANUAL )

Dalam metode ini praktis prioritas pengukuran adalah ada pada diri kita, kombinasi antara Aperture/diafragma dan speed.

Metode ini dalam pemotretan Human Interest, lebih banyak pada saat lighting yang sulit/tricky dimana kemungkinan besar metering kamera kita tertipu, sehingga hasil under/over.

 
 

Dengan menggunakan metering spot pada daerah sekitar mata dan dengan exposure mode Manual maka akan lebih mudah mendapatkan kompensasi gelap disekitar mata

.

 

Just a little think and Click !

 

          
 
     
Back to Menu

 

 
Copyright @ 2008 stephanus hannie