|
Dalam sebuah pemotretan, metering
kamera adalah salah satu hal mendasar yang akan menciptakan sebuah
foto akan baik secara teknis fotografi atau tidak.
Pada era terkini banyak sekali metode
metering yang ditanamkan dalam sebuah kamera. Mulai dari Metering
Mode ada : Matrix, Center Weighted dan spot, juga ada Exposure Mode
: P, S, A, M.
Dalam fotografi human interest
masing-masing feature ini memiliki peranan yang spesifik sesuai
dengan kondisi di lapangan. Disini saya akan coba berbagi pengalaman
dalam penggunaanya, agar memudahkan mencapai hasil yang diinginkan.
Pada Periode ini saya bahas Exposure
Mode
EXPOSURE MODE : P ( PROGRAM )
Pemotretan dengan
metode ini adalah otomatis kamera yang mengatur, baik diafragma
maupun speednya. Terlebih pada kamera semacam Nikon terbaru sudah
memiliki fitur auto iso sehingga makin canggih fitur autonya.
Dalam pemotretan Human
interest hal ini sangat berguna pada kondisi pemotretan yang cenderung liputan
maupun street. Dimana Situasi, subject, lighting berubah-ubah/bergerak. Sehingga
kita lebih bisa fokus ke komposisi dan actionnya.
|
 |
| |
Dengan menggunakan exposure mode
Program sangatlah cocok untuk pemotretan street
fotografi atau liputan sehingga kamera kita selalu siap
bidik dan ekposure terjaga dengan baik |
|
|
EXPOSURE MODE : S ( SPEED PRIORITY )
Dalam metode ini
prioritas pengukuran adalah pada speednya dimana kamera yang
menentukan diafragma untuk exposurenya .
Dengan kelebihannya maka pemotretan
human interest yang lebih ke action/sport yang sangat dipengaruhi
oleh gerakan/movement sangat mudah diabadikan.
Ada dua pendekatan,
untuk Freeze object berarti menggunakan speed tinggi, atau
sebaliknya untuk memberikan efek laju berarti menggunakan speed
rendah.
|
 |
| |
Dengan menggunakan exposure mode
Aperture Priority membuat foto dengan efek gerak akan lebih
mudah dan terkontrol |
|
|
EXPOSURE MODE : A ( APERTURE PRIORITY
)
Dalam metode ini
prioritas pengukuran adalah pada Aperture/diafragma dimana kamera
yang menentukan speed untuk exposurenya . Dimana dengan pengaturan
diafragma maka kita bisa lebih mengontrol Deep of Field / ruamg
tajam kemera kita
Dengan kelebihannya maka pemotretan
human interest ada dua pendekatan :
Pertama : jika
melakukan pemotretan dengan style Portrait tentu saja akan lebih
mudah untuk prioritas Aperture dengan bukaan besar ( misalnya f/2,8
) sehingga akan didapatkan blur yang akan mengisolasi dengan
background
Kedua : jika melakukan
pemotretan dengan style jurnalistik dimana lingkungan terekam dengan
detil, tentu akan lebih mudah untuk prioritas diafragma dengan
bukaan yang kecil ( misalnya f/16)
|
|
| |

Dengan menggunakan exposure mode :
Aperture maka kontrol terhadap DOF bisa lebih mudah. Dalam
gambar ini prioritas adalah ketajaman diseluruh ruang,
sehingga menggunakan mode A sangat memudahkan pemotretan. |
. |
|
Exposure Mode : M ( MANUAL )
Dalam metode ini
praktis prioritas pengukuran adalah ada pada diri kita, kombinasi
antara Aperture/diafragma dan speed.
Metode ini dalam
pemotretan Human Interest, lebih banyak pada saat lighting yang sulit/tricky
dimana kemungkinan besar metering kamera kita tertipu, sehingga
hasil under/over.
| |

Dengan menggunakan metering spot pada
daerah sekitar mata dan dengan exposure mode Manual maka
akan lebih mudah mendapatkan kompensasi gelap disekitar mata |
. |
Just
a little think and Click ! |