|
Eye level Angle
Disebut sudut pandang eye level atau setara
dengan pandangan mata kita saat berdiri, akan menghasilkan sebuah
pandangan foto dokumentasi/normal/biasa kita rasakan sehari-hari.
Foto dengan angle ini akan maksimal
jika jalinan cerita mampu ditangkap dengan menampilkan atmosphere
(object-object pendukung) yang secara maksimal dapat terekam dengan
sudut eye level
Angle ini biasanya digunakan pada
foto portrait, karena akan mengurangi efek distorsi terhadap wajah.
 |
Foto disamping diambil
dengan metode eye level, biasa foto portrait diambil dengan
metode ini guna mengurangi efek distorsi |
Bird Eye Angle
Disebut sudut pandang mata burung karena
angle ini diambil dari atas, seakan kita terbang seperti burung
diangkasa. Foto yang diambil dengan sudut pandang ini kesan pertama
akan tampil lebih dramatis/diluar kebiasaan karena mata kita jarang
memandang dari sudut ini.
Pengambilan sudut dari atas biasanya
untuk bisa meng-eksplore informasi yang berada di bawah, dimana akan
kurang dapat dicapai jika menggunakan sudut eye level.
 |
Tanpa metode angle dari
atas maka kegiatan menumbuk bahan terasi menjadi
informatif dan akhirnya foto menjadi lebih bercerita |
Worm Eye Angle
Disebut sudut pandang mata cacing karena
angle ini diambil dari bawah, seakan kita merayap ditanah seperti
cacing. Foto yang diambil dengan sudut pandang ini kesan pertama
akan tampil lebih dramatis/diluar kebiasaan karena mata kita jarang
memandang dari sudut ini.
Pengambilan sudut dari bawah biasanya
untuk bisa meng-eksplore informasi yang berada di diatas, sehingga
kurang dapat dicapai jika menggunakan sudut eye level.
Perhatikan resiko distorsi, terutama
jika object utama terlalu dekat.
 |
Dengan lensa lebih
wide dan pengambilan sedikit dari sudut bawah, jalinan cerita foto
makin kuat dengan menampilkan informasi sisi dalam atap rumah (lebih
memperkuat bahwa rumah mereka adalah gubuk). |
Just Think and Click ! |