|
|
|
The Eye
-
Sebuah persembahan "Mata Hati" untuk
sesama
|
|
|
|
| |
Sebuah catatan hati yang saya
tuangkan dalam foto
10 Mei 2008
Kala kita hidup untuk menikmati
indahnya warna dunia, mata adalah organ yang sangat Mutlak. Walaupun
untuk memberikan warna dalam hidup di dunia, Mata adalah bukan suatu
yang Mutlak. Tapi lebih dibutuhkan sebuah Mata Hati !
Katarak ! Sebuah penyakit yang
mendera mata dari tahun ke tahun, membuat mata mulai mengabur,
berkabut dan akhirnya tak terlihat lagi warna dunia.
Bagi sebagian orang untuk menikmati
kembali indahnya warna dunia, yang telah direnggut Katarak, memang
mahal harganya bahkan harus di tebus dengan jutaan rupiah. Suatu
angka yang buat sebagian orang adalah Unreachable! Dibutuhkan sebuah
karya nyata dari sesamanya untuk memberikan sebuah uluran tangan.
Dan Karya Nyata itu ada ! Sebuah mata
hati telah bekerja untuk sesama dengan memberikan kembali
warna dunia yang telah lama hilang. Pagi itu Patung William Booth
menjadi saksi bagi suatu Bakti Sosial Rotary Club Semarang Sentral,
IDI, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Jateng dan Bala keselamatan, untuk memberikan
Operasi Katarak Gratis ( hanya membayar Rp.39.000) bagi sesama
yang kurang mampu.
Kini indahnya warna dunia telah
dibuka kembali.....
Dedicated to : Everyone who has "Mata
Hati" |
|
| |

|
The Eye,
Apalah artinya sebuah mata
yang tak bisa menjelaskan warna-warna indah dunia ke otak kita? kini
jarum-jarum tajam mulai menusuk, sayatan kecil mulai membelah,
laser mulai bekerja, lensa kecil mulai ditanam dan jahitan kecil
sebagai ending akhir sebuah ritual operasi. Ditangan-tangan
terampil para dokter mata inilah operasi katarak hanya
berlangsung dalam kisaran waktu dibawah 30 menit.
|

|
Their Hope,
Ibu Tumilah dari Ungaran
salah satu yang berharap akan bisa menikmati kembali warna indah
dunia dengan sempurna. Sudah 8 tahun katarak mendera dalam
hidupnya, nenek dari banyak cucu ini rela antri bersama lima
puluhan teman senasibnya. Sebuah harapan muncul dalam hatinya,
walaupun dari matanya tersirat rasa takut menghadapi meja
operasi. " Semalaman saya tidak bisa tidur karena takut, badan
terasa dingin..." tuturnya dalam bahasa kromo inggil... Tapi
semangat untuk sembuh membuatnya tegar menghadapi rasa takut itu
sendiri. |
|

|
|
Calling Me,
menanti menunggu panggilan
memang terasa menjemukan dan menyebalkan. Tapi menunggu untuk
sebuah harapan baru membuat bapak ini tetap rela
menjalaninya. Panggilan berikutnya adalah untuk saya. Berharap
dipanggil, tapi rasa takut di operasi membuat langkahnya terasa
berat. |

|
Face it Alone,
menghadapi sebuah beban yang berat memang sungguh manusiawi membutuhkan dukungan dari orang-orang dekatnya. Perjuangan
menjadi makin berat jika harus menghadapi seorang diri. Tak ada
teman untuk berbagi. |

|
All They Do
are Waiting, setelah lama
ikut antrian di luar, tahapan berikutnya adalah mengantri menunggu
masuk ruang operasi. Lelah, cemas, dan kantukpun mendera.... Dan
sebuah kereta dorongpun sudah seperti hotel bintang lima yang
mampu membuai mimpi menembus batas penglihatan. |

|
Waiting in Her
Sleep, nenek ini kelelahan
menanti panggilan masuk. Tubuhnya yang renta sudah tak kuasa
menahan beban tubuhnya dalam waktu yang lama. Akhirnya kursi roda pun sebagai penopang dan
pengantar lelap, hingga detik waktu akan memanggilnya. |

|
When Happiness
and Stress Collide,
terlihat diwajah lelahnya, sebentar terlihat semburat kebahagiaan menantikan sebuah
harapan baru buat dunia penuh warna. Disatu lagi sisi rasa stress
muncul kala harus menanti giliran operasi yang buat kebanyakan
menyeramkan. Sungguh sebuah lorong waktu yang berpadu dengan
tekanan psikologis membuat guratan ekspresi wajahnya susah
dicerna dengan wajar. |
|

|
|
Ice Treatment,
salah satu tahapan yang
harus dilalui adalah pemberian pendingin es pada mata yang akan
dioperasi. Terlihat seorang dokter dengan dedikasi tinggi dan
semangat pelayanan memberikan treatment tersebut pada seorang
ibu. |

|
Icy Eye,
sungguh sebuah pengalaman
beku. Dengan mata yang terasa dingin dan membebani hidupnya
selama ini, tekanan rasa
takut yang mendalam, kesendirian yang menyergap, membuat pikiran
melayang dalam kebekuan. Lamunan kembali ke kebekuan hati dalam
putus asa yang telah lama mengerami, menjalani hidup dengan
Katarak bertahun lamanya. Kini sebuah sinar di ujung hati bekunya
mulai menyinari dan mencairkannya. Lambat dan pasti mulai terlihat sebuah asa.
|

|
All Registered,
dunia medis adalah dunia
yang detil dan disiplin, semua terdata, teranalisa dan
terkalkulasi dengan baik dalam sebuah catatan. Di hati sang
pasien hanya ada satu catatan " Terima kasih Mata Hati, karenamu
ku disini ". |

|
Behind The
Glass, dalam kaca yang
terbingkai-bingkai kita melihat sebuah usaha penuh bakti dari
para dokter dan perawat, untuk sesama. Tetapi kita lupa untuk
berkaca dibingkai cerminnya "Bagaimana dengan Mata Hati kita
sendiri ?" |

|
O.K,
adalah sebuah ruang operasi. Sebuah saksi-saksi bisu yang telah
melihat kekuatan manusia menaklukan segala cobaan atas kehidupan
seorang pasien. Dan juga melihat tangan-tangan tak terlihat dari
NYA yang telah menjadi faktor penentu keberhasilan. Kadang kita
tidak bisa seperti sang O.K, sang saksi bisu, kita hanya melihat
dari sisi medis saja. Entahlah... |

|
Patiently,
dengan penuh kesabaran
seorang nenek menunggu saatnya tiba. Sebuah kesabaran yang telah
bertahun-tahun dilaluinya. Kini kesabaran itu memberikan sebuah
harapan baru. |

|
Tim Work,
Sebuah operasi membutuhkan
sebuah tim work yang solid. Satu sama lain saling membutuhkan.
Bukan saatnya ego yang bermain untuk sebuah nyawa dan kesembuhan
sesamanya. |
€
|
Family Ties,
berada dalam hangatnya
keluarga dan orang-orang dekat sungguh membuat beban beratpun
menjadi ringan. Sangat "powerfull". Tapi jarang kita mau
merasakannya tanpa cobaan datang terlebih dahulu.
|

|
The Witness,
sang Letnan Kolonel yang
menjadi saksi kekuatan sebuah Mata Hati. Kenapa bukan kita ?
Karena kita jarang meluangkan waktu untuk menyikapi
sesuatu dengan positif terlebih dahulu. |

|
William Booth,
Sebuah bukti kepedulian
terhadap sesama telah ditorehkan di RS Mata William Booth atas
prakarsa Rotary Club Semarang Sentral, IDI, Perhimpunan Dokter
Spesialis Mata, dan Balai Keselamatan |
|
|
| |
|
|
|
|