| |
Hanya sebuah catatan
hati tentang masyarakat pingir Kali Semarang
Sungai selalu membawa berkah bagi
kehidupan, baik pada masa, purba, raja-raja bahkan hingga jauh
di era sekarang. Sungai kebanyakan sebagai awal sebuah kehidupan
masyarakat, dari sebuah keluarga hingga menjadi sebuah koloni yang
meluas. Air sumber kehidupanlah sebagai titik centralnya.
Potongan Sejarah Semarang
Periode Tahun 900 s/d 1500
Kerajaan yang ada pada waktu itu adalah Medang Kamulan (hasil
integrasi kerajaan Bhumi Mataram dan Cailendra) yang pada tahun 924
memindahkan ibu kotanya ke Waharu di Jawa Timur. Dari masa Medang
Kamulan sampai Majapahit kawasan Semarang tak dikenal sama sekali,
setelah terbentuknya kerajaan Demak-Pajang, Semarang berfungsi lagi
dan dikenal luas.Pada masa permulaan pemerintahan Demak, Kyai Pandan
Arang (Sunan Tembayat) ditunjuk menjadi Bupati Semarang pertama dan
meresmikan Tirang Amper menjadi pusat kegiatan penyiaran agama Islam
di kawasan Semarang berikut tempat tinggalnya pada tahun 1418, (Mukti
Ningrat Catur Bhumi). Fungsi kawasan Semarang pada masa itu adalah
sebagai kawasan perniagaan kerajaan Demak dan pusat penyiaran Agama
Islam.
Periode Tahun 1500 s/d 1700
Masa ini adalah
masa awal pembentukan kota Semarang, pada permulaan tahun 1500,
garis pantai Semarang telah sampai disekitar Sleko sekarang ini.
Semarangpun mulai dikenal sebagai pelabuhan yang penting. Hal ini
dengan datangnya bangsa-bangsa asing yang mengunjungi Semarang,
antara lain: Cina pada permulaan abad 15, Portugis pada permulaan
abad 16, Hindia serta Arab/Persia, kemudian menyusul Belanda (permulaan
abad 17). Bangsa-bangsa asing tersebut kemudian membuat pemukimannya
di Semarang, sehingga wilayah permukiman di Semarang terbagi menurut
kelompok etnis. Dataran muara kali Semarang merupakan pemukiman
orang-orang Belanda dan Melayu, disekitar jalan R. Patah bermukim
orang-orang Cina, sedangkan orang-orang Jawa menempati sepanjang
kali Semarang dan cabang-cabangnya. Fasilitas sosial yang ada adalah
Mesjid dan Pusat Pemerintahan Kabupaten, disamping benteng
pertahanan Belanda di muara kali Semarang ("de vijf hoek", tahun
1646). Status kawasan yang semula dibawah Susuhunan Surakarta
akhirnya berubah menjadi daerah kekuasaan Belanda. Setelah Semarang
digadaikan pada Belanda pada tanggal 15 Januari 1678, merubah fungsi
dominan Semarang menjadi daerah pertahanan militer dan perniagaan
Belanda (VOC), karena letak yang strategis.
Note : Diambil dari
www.smansa-semarang.net
Demikian pula
dengan Kali Semarang, sebuah sungai tua
yang membelah kota semarang. Hingga kini masih bisa dinikmati dari
hulu sekitar banjir kanal barat, menembus Kariadi, Lawang sewu,
jalan Thamrin, Wot Gandul, Gang Lombok, Johar hingga bermuara ke
pelabuhan.
Jaman telah
berubah daerah tepi sungai atau bantaran, lebih dikenal sebagai
pusatnya kaum marginal, orang yang terpinggirkan... Benarkah
demikian ? Orang hanya dinilai dari status sosialnya untuk
mengklasifikasi?
Mencoba menyusuri
Kali Semarang dari Gang Lombok hingga Mberok, Johar. Sebuah perjalanan
singkat yang membawa saya melihat bahwa mereka tetaplah potret
orang-orang yang memiliki hati, semangat baja, etika kesopanan,
keramahan khas Indonesia dan bersahabat. Lantas siapakah yang layak
disebut orang pinggiran? Who am I ? Entahlah....
Sebuah Semangat
Kehidupan dari Pinggir Kali....
|
|